Membaca itu esensi dari hidup. Terutama kalau Anda adalah orang yang tidak banyak bepergian atau bertemu bermacam orang, seperti saya. Membaca itu membuat persepktif kita selalu lebih luas, cara pandang kita lebih terbuka dan kadangkala membuat kita merasa jauh lebih baik akan diri kita atau lingkungan kita. Maka memilih bacaan yang tepat adalah sangat penting bagi orang yang kurang banyak pengalaman seperti saya.
Lalu bacaan apa yang menarik? Sebagai makhluk masa kini yang rentan galau dan stres, pilihan saya jatuhkan pada buku-buku spiritualitas dan psikologi. Bagi saya membaca buku-buku seperti itu seperti makan dengan vitamin yang lengkap, bisa mengobati hati yang kadang penyakitan oleh urusan duniawi. Jangan bayangkan buku-buku yang berat dan folosofis atau buku 'ndakik-ndakik' yang membuat pusing. Buku-buku bacaan saya adalah buku-buku ringan macam buku self-help.
Biasanya kalau sudah baca, saya tidak peduli tempat atau kondisi, bisa disela kerja, disela jualan, di mobil, sambil ngeloni thole dan kadangkala saat di WC. Walaupun yang terakhir itu konsentrasi seringkali terpecah antara mengurus yang atas dan dibawah.
Entah kenapa saya selalu merasa buku adalah salah satu kawan yang paling baik yang paling bisa mengerti, menolong serta menaikkan rasa percaya diri saya. Itu bahkan terjadi saat saya akan melahirkan anak pertama saya. Saat ibu-ibu yang lain mungkin mempersiapkan tas perlengkapan bayi dan dirinya selama di rumah sakit, saya membawa serta buku Tony Robbins 'Awaken The Giant Within.' Entah kenapa, buku itu membuat saya lebih percaya diri.
Selain buku Tony Robbins, buku favorit saya lainnya adalah Doa Sang Katak karya Anthony De Mello. Bagi saya buku ini sangat simpel, dengan anekdot-anekdot sederhana namun mengena. Tidak butuh daya nalar yang 'ndakik' namun tetap sesuai jaman.
Sedangkan akhir-akhir ini saya juga tekun 'ngaji' pada Buya Hamka lewat buku 'Tasawuf Modern' - nya. Gara-gara buku itu Hamka jadi next-favourite-author saya terutama setelah banyak search kiprahnya di Google. Buku lainnya adalah karya Dr. Wayne W. Dyer : Spiritual Human. Sebuah buku sederhana yang menjadi most favorite saya akhir-akhir ini.
Spiritual Human Dr. Dyer telah memberi saya pemahaman baru terutama kaitannya dengan spiritualitas manusia. Salah satu kata-katanya yang mengesankan bagi saya adalah: Jangan bayangkan dirimu sebagai manusia dengan pengalaman spiritual, namun pandanglah dirimu sebagai makhluk spritual dengan pengalaman manusia.
Nah, itulah sebagian buku favorit saya. Namun tetap saja, saat saya bosan dengan bacaan-bacaan serius itu, saya balik lagi ke 'Memoir of a Geisha-'nya Arthur Golden yang entah sudah berapa kali saya tamatkan, sambil membayangkan kimono-kimono indah Sayuri atau permainya sungai Shirakawa atau ayunya si culas Hatsumomo.
Selamat membaca.